Home » laporan praktikum » LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN KEANEKARAGAMAN FAUNA TANAH DENGAN METODE LIGHT TRAP DI AREA WISATA TAMAN ALAM BUKIT TANGKILING

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN KEANEKARAGAMAN FAUNA TANAH DENGAN METODE LIGHT TRAP DI AREA WISATA TAMAN ALAM BUKIT TANGKILING

Start here

Advertisements

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI HEWAN

KEANEKARAGAMAN FAUNA TANAH

DENGAN METODE LIGHT TRAP

DI AREA WISATA  TAMAN ALAM BUKIT TANGKILING

 

 

Di Susun Oleh

ANANG ARIA

0901140132

Dosen pembimbing:

RITA SUKAESIH, S.Pd, M.Si

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI  TADRIS BIOLOGI

PALANGKA RAYA2012

 

       I.            Topik Praktikum

Adapun topik praktikum kali ini adalah keanekaragaman Fauna Tanah dengan Metode Light Trap.

    II.            Tujuan praktikum

Untuk mengetahui kemelimpahan, keanekaragaman  jenis dan jumlah insekta malam dikawasan taman alam bukit tangkiling.

 III.            Dasar teori

Insekta merupakan kelompok binatang yang terbesar di dunia, kira-kira lebih dari 1.000.000 spesies yang telah ditemukan dan diberi nama. diperkirakan masih ada 1.000.000 spesies lagi yang masih perlu diberi nama (Winarno, 1982).

Kelompok hewan ini menarik untuk diamati karena selain jenisnya cukup banyak juga perannya dalam kehidupan. Menurut Harahap (1994) di dalam ekosistem baik alami maupun buatan insekta dapat memainkan berbagai peranan penting antara lain : pemakan tumbuhan, parasitoid dan predator pada insekta lain, parasit pada hewan lain, pengurai, penyebukan serta penghasil bahan-bahan berguna bagi manusia.

Menurut Soemarwoto, J. et al (1990) semua organisme mempunyai tingkah laku iritabilitas yaitu daya menanggapi, agaknya merupakan salah satu sifat utama makhluk hidup. Daya ini memungkinkan organisme menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, betapapun sederhananya organisme tadi.

Rangsangan dalam bentuk cahaya akan mempengaruhi kegiatan insekta malam. Cahaya juga memberikan informasi vital tentang lingkungannya kepada binatang (Cromer, A.H, 1994).

Insekta adalah makhluk hidup yang paling banyak di dunia, karena itu tak mengherankan bila dimanapun kita berada hampir selalu menemukan mereka. Banyak jenis diantara insekta yang merupakan pengganggu di lingkungan kita akan tetapi tidak sedikit pula yang menguntungkan (Kuncoro, 1984).

Menurut Yasin (1984) insekta merupakan invertebrata yang hidup di tempat kering dan dengan sayapnya dapat terbang, kemampuan terbang menolong insekta dalam mencari makan, bertemu lawan jenis dan dapat menghindarkan diri dari musuh.

Tubuh insekta yang kecil juga memberikan keuntungan yang besar sebab dengan tubuhnya yang kecil mereka dapat mengirit makanan. Sebutir gula-gula sudah mampu menghidupi sekelompok smeut. Keuntungan yang lain adalah insekta mampu berkembangb biak (reproduksi) dengan cepat dan kebanyakan dari mereka mempunyai siklus hidup yang pendek (Putra, 1994).

keanekaragaman spesies merupakan karakter komunitas yang penting dan banyak dibicarakan secara mendalam dari segi konsep maupun teknik aplikasinya di lapangan. Di dalam habitat alam hidup berbagai jenis hewan yang masing-masing jenis terdiri atas cacah individu yang antara satu kelompok spesies dengan spesies lainnya berbeda.  Jumlah jenis hewan ini tidak dapat sebagai keanekaragaman, karena keanekaragaman tidak hanya mempertimbangkan beberapa jumlah spesies penyusun komunitas, namun juga cacah individu masing-masing spesies dalam unit komunitas. Dengan demikian keanekaragaman merupakan kombinasi dari kekayaan spesies dan kemerataan spesies.

Hubungan antara kepentingan spesies secara umum menunjukan korelasi negatip artinya komunitas akan mengandung sedikit spesies, dengan jumlah individu yang besar, dan sebaliknya pada komunitas yang mempunyai banyak spesies, masing spesies dengan cacah individu kecil. Kenekaragaman cenderung akan rendah apabila pada ekosistem yang secara fisik atau mendapatkan tekanan lingkungan dan akan cenderung tinggi pada ekosistem yang dibatasi, atau diatur faktor-faktor biotik.

Tidaksemuahewandalamsuatukomunitasbiotikindividupopulasinyadapatdihitungataukerapatanpopulasinyadapatdiukur.Dalamhalinipengetahuanmengenaikelimpahandalamkerapatanrelatifsudahcukup, meskipunbesarpopulasi yang sebenarnyatidakkitaketahuinamungambaranmengenaikelimpahanpopulasi yang berupasuatuindekssudahdapatmemberikaninformasimengenaibanyakhal.Misalnyamengenaiberubah-ubahnyapopulasihewan di suatu area padawaktu yang berbedaatauberbeda-bedanyapopulasi-populasihewanpada area ataukomunitas yang berbeda.Teknikdanpenentuanindekskelimpahanitubanyaksekalimacamnyatergantungdarispesieshewanberikutkekhasanprilakunyasertamacam habitat yang ditempatinya.Kehidupan hewan tanah maupun hewan lainnya sangat tergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis hewan di suatu daerah sangat ditentukan keadaan daerah itu. Dengan perkataan lain keberadaan dan kepadatan suatu populasi suatu jenis hewan di suatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan,yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik.

Faktor lingkungan abiotik secara besarnya dapat dibagi atas faktor fisika dan faktor kimia. Faktor fisika antara lain ialah suhu, kadar air, porositas dan tekstur tanah. Faktor kimia antara lain adalah salinitas, pH, kadar organik tanah dan unsur-unsur mineral tanah. Faktor lingkungan abiotik sangat menentukan struktur komunitas hewan-hewan yang terdapat di suatu habitat.

Faktor lingkungan biotik bagi hewan tanah adalah organisme lain yang juga terdapat di habitatnya seperti mikroflora, tumbuh-tumbuhan dan golongan hewan lainya. Pada komunitas itu jenis-jenis organisme itu saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Interaksi itu bisa berupa predasi, parasitisme, kompetisi dan penyakit. Dalam studi ekologi hewan tanah, pengukuran faktor lingkungan abiotik penting dilakukan karena besarnya pengaruh faktor abiotik itu terhadap keberadaan dan kepadatan populasi kelompok hewan ini. Dengan dilakukannya pengukuran faktor lingkungan abiotik, maka akan dapat diketahui faktor yang besar pengaruhnya terhadap keberadaan dan kepadatan populasi hewan yang di teliti. Tidak pula dapat dipungkiri, bahwa dalam mempelajari ekologi hewan tanah perlu diketahui metode-metode pengambilan contoh di lapangan karena hewan itu relatif kecil dan tercampur dengan tanah.

Pada suatu perkebunan, insekta bisa datang sendiri untuk mencari makan, tetapi kehadirannya itu dapat pula terbawa oleh hewan lain seperti burung. Pada mulanya memasang jumlahnya sedikit kemudian menjadi besar manakala kondisi lingkungan sesuai dengan yang diinginkan insekta tadi ( Anonim, 1989 ).

Menurut Soemarwot, J. et al ( 1990 ) semua organism mempunyai tingkah laku iritabilitas yaitu daya menanggapi, agaknya merupakan salah satu sifat utama makhluk hidup. Daya ini memungkinkan organisme menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, betapa pun sederhananya organisme tadi. Rangsangan dalam bentuk cahaya akan mempengaruhi kegiatan insekta malam. Cahaya juga memberikan informasi vital tentang lingkungannya kepada binatang ( Cromer, A.H, 1994 ). Insekta adalah makhluk hidup yang paling banyak di dunia, karena itu tak mengherankan bila dimanapun kita berada hamper selalu menemukan mereka. Banyak jenis diantara insekta yang merupakan pengganggu di lingkungan kita akan tetapi tidak sedikit pula yang menguntungkan ( Kuncoro, 1984 ). Menurut Yasin ( 1984 ) insekta merupakan invertebrata yang hidup di tempat kering dan dengan sayapnya dapat terbang, kemanpuan terbang menolong insekta dalam mencari makan, bertemu lawan jenis dan dapat menghindarkan diri dari musuh. Tubuh insekta yang kecil juga memberikan keuntungan yang besar sebab dengan tubuhnya yang kecil mereka dapat mengirit makanan. Sebutir gula-gula sudah mampu menghidupi sekelompok semut. Keuntungan yang lain adalah insekta mampu berkembang biak ( reproduksi ) dengan cepat dan kebanyakan dari mereka mempunyai siklus hidup yang pendek ( Putra, 1994 ).

 

 

 

 IV.            Alat Dan Bahan

  1. Alat

Tabel 1. Alat yang digunakan pada praktikum

No

Alat

Jumlah

1 Baskom atau ember 1 buah
2 Lampu kapal 1 buah
3 Toples kecil 5 buah

 

  1. Bahan

Tabel 2. Bahan yang digunakan pada praktikum

No

Bahan

Jumlah

1 Air Secukupnya
2 Alkohol 70 % 200 Ml
3 Deterjen Secukupnya

 

    V.            Prosedur kerja

Adapun langkah dalam praktikum pada kali ini yaitu:

  1. Menentukan tempat pengambilan sampel atau daerah yang cocok dan banyak tumbuhannya.
  2. Memasang alat perangkap yang sudah dibuat dan meletakanya di bawah sinar cahaya lampu Tembok mulai pukul 18.00 dan mengambil hasil pencuplikan pukul 21.00 Wib.
  3. Mengamati serangga malam yang terjebak
  4. Mencatat data yang dihasilkan dalam tabel pengamatan

 

 

 VI.            Data Hasil Pengamatan

Tabel 3. Data Hasil Pengamatan hewan Malam metode Light  Trap Hewan Malam

NO

SPESIES

JUMLAH

1

Nyamuk

3

2

laron

10

3

buntut panjang

2

4

serangga kecil

16

5

Ngengat

1

Jumlah

32

diketahui

1

Dominansi Spesies

2

Indeks Keanekaragaman Shannon-Winner
a. Nyamuk
D  = ∑ (ni/N)2                                                                  H’ = -∑ pi log pi
     = (3/32)²      = -∑ 0,0081 log 0,0081
     = (0,09)²      = -∑ 0,0081 . – 2,091
     = 0,0081      = 0,0169
Kriteria Rendah
b. laron
D  = ∑ (ni/N)2                                                                  H’ = -∑ pi log pi
     = (10/32)²      = -∑ 0,0961 log 0,0961
     = (0,32)²      = -∑ 0,0961 . – 1,017
     = 0,0961      = 0,0977
Kriteria Rendah
c. “buntut panjang”
D  = ∑ (ni/N)2                                                                  H’ = -∑ pi log pi
     = (2/32)²      = -∑ 0,0036 log 0,0036
     = (0,06)²      = -∑ 0,0036 . – 2,4436
     = 0,0036      = 0,0087
Kriteria Rendah
d. “serangga kecil”
D  = ∑ (ni/N)2                                                                  H’ = -∑ pi log pi
     = (16/32)²      = -∑ 0,25 log 0,25
     = (0,05)²      = -∑ 0,25 . – 0,60206
     = 0,25      = 0,15
Kriteria Rendah
e. “ngengat”
D  = ∑ (ni/N)2                                                                  H’ = -∑ pi log pi
     = (1/32)²      = -∑ 0,0009 log 0,0009
     = (0,03)²      = -∑ 0,0009 . – 3,0457
     = 0,0009      = 0,0027
      Kriteria Rendah

 

  1. VII.            Pembahasan

Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan menggunakan metode Light Trapmengunakan lampu kapal/ Lampu Tembok yang dilengkapi oleh ember yang diisi air pada bagian bawah Lampu sebagai wadah perangkap hewan yang mendekati lampuagar tidak bisa terbang kembali, kami menemukan 5 jenis spesies serangga malam yang terperangkap di dalam jebakan yang telah kami buat.

Dari hasil pengamatan ini kami mendapatkan data, yaitu pada spesies nyamuk berjumlah 3 ekor, laron berjumlah 10 ekor, “buntut panjang” berjumlah 2 ekor, “serangga kecil” berjumlah 16 ekor, ngengat bejumlah 1 ekor. Sedangkan hasil jenis hewan yang paling banyak kami peroleh yaitu pada spesies “serangga kecil”, Setelah dilakukan perhitungan mengenai kelimpahan dengan menggunakan indeks keanekaragaman shanon winner adalah 0,15dan nilai indeks dominansinya adalah 0,25hal ini bisa di  katakan persebaran “serangga kecil” ini mempunyai indeks tertinggi, namun masih dalam kriteria keanekaragaman rendah mengapa demikian karena hanya serangga-serangga kecil saja yang dapat bertahan hidup dilingkungan atau suatu daerah yang sempit, berbeda dengan hewan-hewan yang lebih besar tubuhnya dan serangga yang lainnya.

Faktor lain yang menyebabkan serangga kecil lebih banyak dibandingkan dengan hewan lainnya yaitu bahwa semua jenis serangga yang terjebak adalah jenis serangga yang tertarik pada cahaya lampu dan cahaya lampu tersebut membuat hewan-hewan ini mendekat dan akhirnya terjebak di dalam eber yang sudah di rendami air agar hewan tersebut tidak bisa terbang kembali, pada saat meletakan lampu kapal menggunakan batang pohon dan juga suasana cuaca pada saat melakukan praktikum harinya mendung mau turun hujan,kemungkinan besar cuaca yang mendung sangat disukai oleh serangga kecil untuk keluar mencari makanan, perlu diketahui bahwa serangga kecil banyak yang memilih bersarang di tanah, ada yang di celah-celah kayu, ada pula yang di antara dedaunan pohon. Dan ada semut yang aktif di malam hari sehingga dengan mudah serangga hewan terperangkap pada jebakan Lighttrap, dan ada pula yang aktif di siang hari.

Dengan adanya perbedaan strategi hidup ini maka banyak juga sipat, prilakun dan adaptasinya, misalnya spesies-spesies semut dapat berbagi sumber daya lingkungannya.

Hasil pengukuran terhadap parameter lingkungan menunjukkan bahwa pada setiap jebakan parameter yang diukur tidak jauh mengalami perbedaan, ini terjadi karena kawasan yang menjadi lokasi penempatan jebakan lokasinya tidaklah berjauhan.

 

 

 

 

  VIII.     Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil pengamatan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:

  • Kami menemukan 5 spesies serangga dan seranggayang lebih dominan yaitu “Serangga Kecil” dengan Indeks Dominansi 0,25 dan Indeks Keanekaragaman Shanoon winner 0,15.Sedangkan jenis spesies yang paling resisten adalah Ngengat dengan nilai indeks Dominansi sebesar 0,0009 dan Indeks Keanekaragaman Shanoon Winner sebesar 0,0027.
  • Hewan malam “serangga” akan terperangkap Light Trap karena hewan-hewan tersebut mendekati cahaya.

 IX.            Saran

Berhati-hatilah ketika menggunakan lampu agar tidak terjadi kebakaran dan gunakan pinset untuk menganmbil hewan yang terperangkap di air pada ember.

 

 

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Agus Darman, dkk, 2005, Ekologi Hewan, Universitas Negeri Malang (UM PRESS), Malang.

Anonimous. 2009. http://www.uky.edu/Ag/Entomology/ythfacts/4h/unit2/hotm&ult.htm Di unduh  tanggal 18 mei 2011.

Gatto, jonathan. 2009. http://www.designwarrior.net/light-trap-lamps-jonathan-gatto-and-mike-thompson/  Di unduh  tanggal 18 mei 2011.

Resosoedarmo, Soedjiran, 1990, Pengantar Ekologi, PT Remaja Rosdakarya, Jakarta.

Sukaesih Rita, Petunjuk Praktikum Ekologi Hewan. Palangka Raya. 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: