Home » Uncategorized » LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN SIMULASI ESTIMASIPOPULASI HEWAN DENGAN METODE CMRR DI AREA WISATA TAMAN ALAM BUKIT TANGKILING

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HEWAN SIMULASI ESTIMASIPOPULASI HEWAN DENGAN METODE CMRR DI AREA WISATA TAMAN ALAM BUKIT TANGKILING

Start here

Advertisements

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI HEWAN

SIMULASI ESTIMASIPOPULASI  HEWAN

DENGAN METODE CMRR DI AREA WISATA  TAMAN ALAM BUKIT TANGKILING

 

Di Susun Oleh

ANANG ARIA

0901140132

Dosenpembimbing:

RITA SUKAESIH, S.Pd, M.Si

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI  TADRIS BIOLOGI

PALANGKA RAYA2012

  1. I.     TOPIK PRAKTIKUM

SimulasiEstimasiPopulasi Hewan dengan Metode CMRR

 

  1. II.  TUJUAN PRAKTIKUM

Tujuan kegiatan praktikum ini adalah dapatmemperkirakanpopulasibelalangdenganmenggunakan capture-mark-release-recapture (CMRR)

 

  1. III.             TEMPAT DAN WAKTU PRAKTIKUM

Tempat            : Area wisata Taman Alam Bukit Tangkiling

Hari/Tgl           : Sabtu-minggu (8-9 Desember 2012 M)

 

  1. IV.             DASAR TEORI

Populasi adalah suatu kelompok individual yang memiliki spesies yang sama dan mendiami suatu area diwaktu yang sama. Populasi sendiri mempunyai ciri khas yang menunjukkan identitasnya, misalnya kerapatan, natalitas, mortalitas, penyebaran umur potensi biotik, tebaran dan bentuk pertumbuhan. Sifatnya yang lain berhubungan dengan ekologi adalah sifat penyesuaian diri, keserasian reproduksi ketahanan yaitu peluang untuk pelestarian jenis.

Kerapatan populasi merupakan ukuran populasi dalam hubungannya dengan satuan ruang. Biasanya dinyatakan dengan banyaknya individu atau biomasa populasi persatuan luas atau volume. Untuk mengetahui jumlah individu suatu populasi hewan di suatu tempat tertentu ada berbagai cara penaksiran yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah menggunakan metode menangkap-menandai-melepas-menangkap ulang (CMRR). Metode ini umum diterapkan pada jenis-jenis hewan yang mobil.

Dua ahli ekologis bangsa Australia lainnya, ialah Andrewartha dan Brich bahwa proses yang tergantung pada kerapatan peranannya minor dan tidak berperan dalam penentuan-penentuan kemelimpahan beberapa spesies.

Penting membedakan secara jelas antara penentuan kemelimpahan adalah kecenderungan suatu populasi dan pengaturannya. Adapun pengaturan kemelimpahan adalah kecenderungan suatu populasi berkurang besarnya bila populasi melampaui suatu tingkatan khusus, tetapi bertambah besarnya bila ada di bawah tingkatan khusus itu. Pengaturan populasi hanya dapat terjadi sebagai akibat proses yang tergantung pada kerapatan misalnya kompetisi, pemangsaan dan parasitisme. Kemelimpahan ditentukan oleh gabungan pengaruh semua faktor serta semua proses mengenai, tergantung atau tidak tergantung pada kerapatan.

Seringkali lebih penting mengetahui apakah suatu spesies dalam populasui itu berubah (bertambah atau berkurang) daripada mengetahui besarnya pada suatu saat saja. Jadi penting adalah indeks kemelimpahan yang dapat nisbi dalam waktu, misalnya cacah burung yang dapat diamati per jam, atau persentase plot cuplikan yang dihuni oleh spesies hewan.

Perkiraan kerapatan terhadap suatu jenis makhluk hidup dalam hal ini hewan adalah lain sekali dengan yang dilakukan terhadap tumbuhan. Teknik yang dapat dipergunakan pada mamalia tidak dapat dipergunakan untuk zooplankton. Dua sifat dasar yang mempengaruhi pilihan atas teknik ialah ukuran besarnya dan mobilitas hewan dibandingkan dengan manusia.

 

 

 

 

  1. V.  ALAT DAN BAHAN

Tabel 1. Alat dan bahan yang digunakan saat praktikum

No

Alat dan Bahan

Jumlah

1

Jaring Insecta

1 buah

2

Spidol

1 buah

3

Penanda (Tipe-X)

1 buah

4

Kantong Plastik

Secukupnya

 

  1. VI.             PROSEDUR KERJA

1.      Menentukan lokasi pencuplikan belalang

2.      Membuat garis lurus dari satu ujung ke ujung yang lain dengan menggunakan tali rapia dengan ukuran 5M.

3.      Melakukan pencuplikkan pertama dengan menggunakan Insecta Net sambil berjalan pada garis yang telah dibuat, kemudian berbalik lagi sehingga sampai ketempat semula. Insect net digerak – gerakan dsecara zig – zag

4.      Melakukan pencuplikkan setiap 1  jam sebanyak 5 kali.

5.      Membuat data hasil pencuplikkan dalam bentuk tabel.

6.      Menghitung data hasil pencuplikkan dengan menggunakan metode Schneble

 

 


 

  1. VII.          DATA HASILPENGAMATAN

PRAKTIKUM I

CARTURE MARK RELEASE RECAPTURE (CMRR)

Tabel2. PengamatanHasilEstimasi
K ni Ri ∑hewanbertanda Mi ni .Mi N
1 20 0 20 0 0
2 12 9 3 20 240  
3 14 9 5 23 322  
4 11 8 3 28 308  
5 11 7 4 31 341  
Jumlah   33 35 102 1211         36,70
 
Keterangan:
N = Jumlahhewandalampopulasi
ni = Jumlahhewan yang ditangkappadaperiodeke-i
Ri = Jumlahhewan yang ditangkapkembalipadaperiodeke-i
Mi = Jumlah total hewan yang tertangkappadaperiodeke-i

 

 

Rumusdasar yang di gunakandalam MetodeSchnableadalah :

 

N =

N =

N = 36.70

 


  1. VIII.       PEMBAHASAN

Berdasarkan data hasil pengamatan pada praktikum dengan metode menangkap-menandai-menangkap ulang (CMRR) kali ini,  dimana hewan ditangkap dengan menggunakan  jaring serangga (Insecta net). Pada metode ini hewan ditangkap lalu diberi tanda dan dilepaskan dalam selang waktu yang singkat sehingga dianggap tidak terjadi penambahan spesies baru. Metode CMRR ini umumnya diterapkan pada jenis-jenis hewan yang bergerak bebas. Terlebih dahulu membuattransek yang berukuran 5 meter danmenangkapbelalangdenganmemakaiInsecNet dandilakukanpencuplikansebanyak 5 kali.

Pada proses  pencuplikkan yang dilakukan setiap selang waktu 1 jam, terdapat perbedaan jumlah belalang  yang didapatkan pada tiap tiap pencuplikkan, pada hasil yang di diperoleh pertama kami menangkap 20 ekor yang di tandai  belalang setelah selang waktu 1jam terjadi penurunan menjadi 12 ekor dan pada percobaan berikutnya terjadi peningkatan menjadi 14 ekor dan setelah itu kembali penurunan lagi menjadi 11 ekor dan percobaan terakhirpun sama yaitu mendapatkan jumlah 11 ekor juga.

Penurunan jumlah belalang yang didapatkan pada waktu kewaktu, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputi komponen biotik dan juga komponen abiotik. Faktor suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya menjadi faktor abiotik yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas belalang yang memang melakukan aktivitas secara aktif di padi dan sore hari saja.

Komponen – komponen ini memiliki peranan yang sangat penting dalam atktifitas belalang. Dilihat dari pencuplikkan yang dilakukan semakin berkurang jumlah belalang yang didapatkan. Intensistas cahaya dan suhu yang tinggi membuat aktifitas yang dilakukan belalang berkurang sehingga hanya sedikit jumlah belalang yang ditangkap khususnya  pencuplikkan yang ke 4 dan 5.

Setelah di temukan data seperti pada tabel data hasil pengamatan di atas bisa di hitung Jumlah poada di wilayah pencuplikan tersebut sekitar 36.70Individu.

 


 

  1. IX.         KESIMPULAN

Setelah melakukan praktikum Ini dapat di ambil kesimpulan bahwa jumlah populasi belalang yang terdapat di area pengamatan pada wisata Taman Alam adalah sekitar 36.70 Individu atau 37 Individu belalang.

Belalang merupakan jenis hewan yang aktif pada pagi dan sore hari sehingga pengamatan pada siang hari kurang efektif.

 

  1. X.           SARAN

Kepada praktikan, Lakukan pengamatan pada pagi atau sore hari agar mendapatkan belalang. Hati-hati ketika melakukan pencuplikan agar tidak membunuh belalang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2009. http://www.uky.edu/Ag/Entomology/ythfacts/4h/unit2/hotm&ult.htm Di unduh  tanggal 18 mei 2011.

Busnia, Munzir. 2006. Entomologi.Padang :UniversitasAndalas press.

Gatto, jonathan. 2009. http://www.designwarrior.net/light-trap-lamps-jonathan-gatto-and-mike-thompson/  Di unduh  tanggal 18 mei 2011.

http;// bima_CRMRR_laporan.blogspot.com//htm. 19/12/2012

Jumar. 2000. Entomologi. Jakarta :rinekacipta.

Michael, P. 1994. Metodeekologiuntukpenyelidikanladangdilaboratorium.Jakarta :Universitasindonesia press.

Sukaesih Rita, Petunjuk Praktikum Ekologi Hewan. Palangka Raya. 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: